KARAWANG - Puluhan masyarakat Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari,
Kabupaten Karawang, ontrog kantor kepala desanya. Kedatangan masyarakat
kekantor desa cilewo untuk melakukan unjuk rasa sebagai bentuk geramnya
masyarakat cilewo kepada kepala desa cilewo, yang saat ini tengah dipimpin oleh
Komarudin.
Menurut keterangan masyarakat
kepemimpinan Komarudin ini dianggap bukan mencerminkan sebagai pemimpin,
melainkan seakan raja penguasa di wilayahnya yang bisa berbuat semaunya. Kenapa
tidak, pasalnya selama satu tahun Komarudin menjabat sebagai kepala desa
dirinya dianggap tidak bisa meberikan pelayanan yang baik terhadap
masyarakatnya, bahkan kekantorpun jarang. “Bagai mana masyarakat tidak marah
kalau setiap kali ada kebutuhan masyarakat kadesnya hingga pegawainya tidak ada
dikantor dan sulit untuk ditemui,” Terang salah seorang Tokoh Masyarakat Desa
Cilewo, Ali ketika ditemui Karawang Publik
dilokasi kejadian, rabu (15/6).
Lebih parahnya, Kata Dia,
selain jarang masuk kantor desa, Komarudin juga terindikasi melakukan
penyelewengan beberapa bantuan yang dikucurkan kepada pihak desa yang hingga
saat ini belum juga direalisasikan. “Seperti bantuan gubernur tahun anggaran
2015 hingga saat ini belum juga dibangunkan. Serta Angaran dana desa (ADD)
peruntukan PAUD juga tidak direalisasikan. Namun herannya hingga saat ini dinas
terkait dan muspika seakan tutup mata dengan kejadian ini,” beber Ali.
Ditempat yang sama Tokoh
masyarakat lainnya, Yoyo, menambahkan, ketika indikasi korupsi sudah terlihat
dilakukan oleh Kades Cilewo, Komarudin, dirinya dan masyarakat akan menyerahkan
permasalahan ini keranah hukum. “Biar saja aturan yang menjerat kades, dan kita
percayakan saja kepada penegak hukum dan intansi terkait yang berwenang dalam
masalah tersebut. Adapun tutup matanya dinas terkait belakangan ini, itu sudah
mencerminkan citranya demikian dan masyarakat diam itu bukan berarti tidak
tahu,” Tegas Yoyo.
Terkait adanya aksi unjuk
rasa yang dilakukan oleh Masyarakat Desa cilewo yang medesak kadesnya untuk
mundur dari jabatannya dibenarkan oleh Wakil Ketua BPD Desa Cilewo, Endang,
menurutnya kedatangan masyarakat agar BPD bisa menindak lanjuti permasalahan
pelik yang ada di Desanya tersebut. “Memang benar adanya penyelewengan anggaran
dari Bantuan Gubernur yang tidak direalisasikan oleh Kades, teguran secara
lisan maupun tulisan dilayangkan oleh BPD kepada Kades dan kepada BPMPD serta
Insfektorat tidak ada hasilnya. Hingga saat ini Ban Gub tersebut belum juga
direalisasikan,” Kata Endang.
Amburadulnya pemerintahan
desa cilewo yang dipimpin oleh Kades Komarudin, sudah tercium sejak awal-awal
dirinya terpilih dan menjabat sebagai kades. Bahkan bongkar pasang pegawai desa
juga sering dilakukan selama satu tahun dirinya menjabat ini. “Sekarang tuntutan
masyarak mereka ingin polisikan kades. Ya kita sebagai BPD akan ikuti keinginan
rakyat, dan hal terasebut akan kita lakukan secepatnya,” Tungkas Endang.
Sebelumnya Kades Desa
Cilewo, Komarudin, yang sempat ditemui Karawang Publik
beberapa waktu lalu diruang kerjanya, dirinya mengakui jika anggaran bantuan
gubernur tersebut belum direalisasikan dengan dalih uang tersebut dipinjamkan
olehnya kepada salah seorang anggota dari Kepolisian. “Iya belum saya
bangunkan, uangnya dipinjam sama anggota polisi sebanyak Rp 70 juta,” Ungkap
Komarudin. (zar)

No comments:
Post a Comment